Minggu, 16 Agustus 2015

[CHSI] The Real Pertanda

      Pertanda...  Baik.. Atau buruk...?
  Anggap saja... Mimpi kemaren terjadi dua hari sebelum pertanda ini terjadi..

  Hari ini.. salahsatu teman sekelasku berulangtahun.. Dan dua kelas IPS telah mendapat undangan darinya.. Pastilah mereka semua berencana untuk datang.. Walau hanya sekedar 'nongol' untuk memenuhi undangan itu..
   Aku dengan teman baikku yang ini tengah membicarakan hadiah apa yang akan diberikan pada teman kami.. hmm.. yang pasti bukan hadiah murahan tanpa makna.. begitu pikir kami berdua
   Tapi masih ada satu hal lagi yang mengganjal di benakku... Apakah aku bisa pergi untuk memenuhi undangan itu..?
   Masalahnya, pada hari itu juga aku mengikuti bimbingan di salahsatu tempat bimbel yang cukup terkenal.. dan itu adalah hari pertamaku masuk.. Dan aku baru akan selesai pukul 17.50..  padahal undangannya adalah pukul 17.45..  Oke.. dari segi waktu, aku sudah melewati ketepatannya..
    Apakah aku menghindar saja untuk pergi ke undangan itu.. dengan alasan ada bimbel itu tadi... Toh, aku masih bisa memberikan hadiah padanya esok harinya..
   Teman baikku yang ini sedikit memberikanku solusi, aku ingat ada salahsatu teman laki-laki di kelas sebelah yang masuk pada tempat bimbel yang sama denganku.. Siapa tahu, dia juga ingin ke undangan itu, dan aku bisa mengendarai motorku dengan dia sebagai penuntunnya..
   Aku bisa sedikit lega.. Dan melupakan sejenak masalah itu..
   'Dia' yang berulangtahun pun, sempat dengan sengaja memojokkan aku untuk pergi ke undangannya bersama dengan Dia☆...
                       Cukup sudah...! Hal gila seperti itu takkan terjadi...!!

       Aku pulang..
   Tidak.. tidak.. Aku melajukan motorku menuju salahsatu pusat perbelanjaan.. Dan seragam sekolah masih melekat pada tubuhku.. Aku sudah tak peduli.. Yang terpenting, aku mendapatkan sesuatu yang tak terlalu murah dan tak  terlalu mahal, namun bermakna...  Tak perlu kuberitahu disini.. Ini privasi..
    Oke.. masalah pertama selesai... Aku sampai di rumah.. Tepat pukul 13.10... Aku segera mandi dan berganti baju.. kemudian membungkus hadiah yang akan kuberikan pada temanku yang berulang tahun...
  Aku tak tahu kenapa aku punya perasaan, bahwa aku harus membungkusnya sekarang.. Entahlah.. Sepertinya aku merasakan suatu firasat..
    Aku menyiapkan tas yang akan kubawa bimbel.. Aku bingung.. apa lagi yang perlu kubawa.. Tanpa pikir panjang, aku memasukkan hadiah itu ke dalam tasku.. Entahlah.. Apa yang kupikirkan saat itu.. Siapa tahu saja... yaaa.... ada keajaiban??

   Aku melajukan motorku menuju tempat bimbel dengan kecepatan sedang... Aku harus tepat waktu... begitu pikirku..
   ---Ketika istirahat, aku sekedar iseng.. menanyakan temanku mengenai undangan itu... "aku nggak datang.. Masa' aku datang pakai kaos gini.. kan nggak lucu, kalau beda sendiri..," begitu jawabannya...
                  Hilang sudah keajaiban yang tadinya kuharapkan...
    Aku sekedar ingin memberitahukan Dia☆ bahwa temanku tak mau datang ke ultah teman kami melalui pesan singkat.. Setelahnya aku tak mengecek balasannya.. Aku sudah tak peduli..
   Saat pelajaran kedua dimulai.. konsentrasiku tak begitu kuat saat pelajaran pertama... Fokusku sedikit buyar.. Aku mencoba menenangkan diriku sendiri..
       Bener kan.. bawa hadiah sekarang itu gak ada gunanya..! Tau gitu tadi gak perlu susah-susah bungkus kado..!
    Aku mulai merutuki diri sendiri..
  Sebelum pulang, aku iseng kembali menanyakannya, "beneran nih, nggak kesana..?" Dia cuma memasang muka datar tanpa dosa, "nggak..,"  ya sudahlah.. Aku pasrah..

   Aku melajukan motorku pulang... Aku sudah tak memikirkan hal itu lagi.. Ooh, baiklah.. Aku masih memikirkannya.. Memikirkan tentang sebuah keajaiban kecil yang akan terjadi.. Temanku yang seharusnya lurus, justru ikut belok ke kanan.. arah yang akan kutuju.. Aku diam saja..
   Pas dengan lampu lalu lintas yang menyala merah, aku menghentikan motorku.. Dia pun begitu.. Hening sejenak...
   Tiba-tiba muncul Dia☆ di tengah antara aku dan temanku... Aku hening.. "Loh!? Kok ada kamu..!? Dari mana..!?"  Aku berbisik keras.., "dari al*a*r* di sebelah *O," Aku tambah hening..
   "Kamu kubales.. Kutelpon gak diangkat..," Aku bertambah hening..
    Eh!? Jadi Dia☆ benar-benar menganggap masalahku seserius itu...
    "Kamu mau nggak ke ultahnya..? Kalau mau bareng aku aja..,"
   Aku hening...,  "kalau ada temen bareng kesana ya aku mau..,"
  "Lha iya, bareng aku aja..,"  Aku hening.., "beneran nih..?" Aku sedikit ragu..
    Kulihat Dia☆ mengangguk mantap.. Oke, aku ikut.., "tapi aku pulang dulu, naruh motor..," Dia☆ mengangguk mantap.. Pas dengan lampu hijau yang menyala..
  Aku langsung masuk ke rumah dengan buru-buru, tak lupa mengucap salam.. menaruh buku tebal, lalu pamit..
      "Eh.. eh.. mbak vin dianter sama siapa..!?" Tanteku buru-buru mengikutiku keluar.., "sama temenku..," jawabku datar... Beliau melihat Dia☆ dan temanku bergantian.. Aku mendekati Dia☆...
    Entah kenapa rasanya agak aneh.. deg-degan gimanaa gitu..
     "Mas, titip irvina yaa~" pesan tanteku yang langsung dijawab, "iyaa, tante," jawab Dia☆ dan anggukan temanku.. Aku menaiki motor Dia☆ dengan perasaan aneh yang berbunga-bunga.. Ingat dengan mimpi waktu itu..
                                   Keajaiban benar-benar terjadi....
    Aku jadi merasa kalau kami terlihat seperti sepasang...... Aaaah... Sudahlah.. Lupakan saja..
   Dia☆ melajukan motornya dengan kecepatan tinggi yang dapat membuatku seakan melayang saat roda motornya melewati polisi tidur...
     Jantungku serasa mau copot... Dia☆ benar-benar membuatku deg-degan dengan laju motornya.. Sial..

    Kami berdua sudah hampir mendekati rumah teman kami yang telah mengundang kami.. Temanku sudah menghilang entah sejak kapan.. Yang kuingat, tiba-tiba kami sudah berdua..
     Kami sudah dapat melihat beberapa teman sekelas kami berkerumun di depan rumah..
                         "Ir, tutup kaca helmmu.. sembunyiin muka kita...,"
   Kata-katanya langsung kuturuti.. Saat melewati mereka.. benar saja, mereka langsung menerka-nerka.. siapa yang datang ini..
   Pertama, aku melepas helmku.. Mereka langsung menyapaku dari jauh.. Dia☆ masih mengenakan helm dan jaketnya.. Supaya disangka misterius..
   Aku memaksanya segera bergabung, tapi Dia☆ menyuruhku duluan.. Alasannya, belum ada teman cowok yang lain..  Okelah.. alasannya kuterima..
    Aku segera mendekati mereka.. Ada salahsatu yang bertanya padaku, "Ir, kamu dateng sama siapa? Kakakmu..?" Aku memasang muka misterius dan tertawa kecil, " bukan,"
  dia penaaran, "pacarmu..?" Aku hening, "bukanlaah..,"
  dia semakin penasaran, "siapa sih.. gebetan ya..?" Aku hening, "bukan, lihat aja nanti..,"
  Kemudian ada yang nyeletuk keras, " 'Dia☆' yaaa..!?"   Eh, sialan... jawabannya bener.., "bukan tuh..," aku masih berusaha menyangkal..
   dia masih penasaran, "siapa sih..!? Sekelas atau nggak..?" Aku terlihat berpikir.., "emm... sekelas," dia terlihat berpikir serius.., "siapa sih.."
    Dia☆ sepertinya sudah tak tahan, akhirnya dia melepaskan helm dan jaketnya.. Terbongkarlah identitasnya..
    "Naaahh... bener kan!? Ternyata 'Dia☆'...!?" Teriaknya..
                              Sial... Pasti besok akan ada gosip hangat tentang kami..

   Dan pesta berjalan dengan semestinya... diskip saja.. sudah durasi.. -_-
   Dan tiba waktunya pulang.. Kami berdua pamit pulang pada teman kami yang berulang tahun.. Dia mengatakan terimakasih karena kami sudah memenuhi undangannya lengkap dengan titipannya--datang berdua, boncengan-- Dan kami pulang..
     Aku merasa hampir semua mata tertuju pada kami yang boncengan berdua... Aaah.. sudahlah.. Aku tak peduli.. Waktu sudah menunjukkan pukul  21.50.. Dan aku sudah mulai merasa ngantuk..
   Di jalan kami sempat berbincang sejenak tentang pesta tadi.. Menyenangkan..
   Tapi, saat Dia☆ melihat ada beberapa teman kami  berapa di belakang kami.., "Ir, dingin nggak?" Dia☆ bertanya tiba-tiba, "nggak..," aku menjawab seadanya.. Aku tak memikirkan maksud dibalik pertanyaannya.. Dan...
     Dia☆ semakin melajukan kecepatan motornya... Kurasa sekitar 140km/jam sepertinya ada.. Aaah.. sudahlah.. Aku terlalu ngantuk untuk mengomentari kecepatannya..
   Kami sampai di rumah.. Dengan selamat, alhamdulillah...  Aku mengetuk pintu.. Setelah mengucapkan terimakasih pada Dia☆ dengan lembut dan tulus.. 15 detik... 30 detik... Tanteku akhirnya membukakan pintu..
      "Mas, makasih ya~ udah nganterin irvina~ maaf ngerepotin~" 
     Kulihat wajah Dia☆ sekilas... Dia tersenyum, "iyaa, nggak apa-apa tante..," wajahnya.. Wajahnya...  Aku akan merindukan setiap kejadian yang terjadi malam ini.. dengannya... Dia☆..
                     -------------BONUS--------------
   Esok harinya, olahraga.. Lari sejauh 5 km... Seluruh persendian kakiku terasa lemas..
    Setelahnya pelajaran agama... Ada salahsatu teman yang terlihat berbincang dengan teman belakangnya.. Guru melihat mereka dan bertanya, "kalian ini, ngomongin apaan toh..!?"
   Mereka terlihat sedikit kaget.. salahsatunya menjawab, "itu pak.. anu.. bicarain irvina yang kemaren diboncengin sama 'dia☆'...," seketika teman-teman sekelas yang lain mengiringi dengan kata "ciee"  dan guru itu hanya hening..

                Sialan tenan...

Kamis, 13 Agustus 2015

[CHSI] My Dream.. Yours Too ?

                        Mimpi..
          Apa aku sadar saat bermimpi...?

       Jawabannya... Iya.. Aku sadar...

  Ini memang terdengar aneh, tapi aku bisa benar-benar tahu dan sadar ketika aku sedang berada di alam mimpi..
   Hmm...  Seharusnya aku memposting ini sejak dua minggu lalu.. Tapi.. Yaah.. alasannya banyak dan tak bisa kujelaskan disini..

   Oke... Dari judulnya.. Bisa ditebak, kalau aku bermimpi dan ada seseorang yang dekat denganku masuk didalamnya..
             Seseorang itu... BUKAN kamu..!
      Tapi.. Dia☆...
  --------------
   Aku berada di teras rumahku.. memikirkan sesuatu yang tak bisa kuingat jelas..
   Seperti... aku memiliki kotak kecil penyimpan serbaguna yang bahkan sebuah mobil pun dapat masuk kedalamnya..  *aneh ya? Iyalah! Namanya juga mimpi -_- *
   Aku berpikir, apakah sebaiknya mobilku kumasukkan kedalamnya, lalu saat bertemu Dia☆, aku dapat mengajaknya jalan bareng.. atau bagaimana ya.. ya semacam begitulah..
   Nah, sambil memikirkan itu.. Aku terus berjalan.. Kurasa aku menaiki motor atau semacamnya... Karena tiba-tiba scenenya sudah berubah menjadi sebuah taman..
   Aku melihat-lihat semacam pameran.. atau apalah itu.. Dan aku bertemu dengan Dia☆...
   Sambil memasang muka jutek, aku menyapanya.. dan.. yaah.. menanyakan pertanyaan standar, "lagi ngapain?"
   Dia☆ hanya melihat barang-barang yang dijajakan sebentar dan mengangkat bahu.. Bingung..
    Tiba-tiba Dia☆ bertanya padaku, "jalan yuk," Aku bingung.. confuse.. iya.. atau tidak.. Aku tak ingat apa yang kukatakan..
   Tapi aku langsung menaiki motornya dan Dia☆ juga sudah siap menggenggam stang motornya..
   Aku merasakan dinginnya angin yang menerpa wajahku.. Dan anehnya, aku sadar kalau ini mimpi..
   Aku tak tahu Dia☆ akan membawaku kemana.. Aku percaya saja padanya..
  Kami tiba di sebuah rumah yang sepertinya aku kenal, beberapa meter dari rumah itu sudah banyak kendaraan yang sedang parkir..
   Dia☆ menyuruhku untuk masuk kedalam rumah itu.. sementara ia memarkir motornya.., "nanti aku nyusul..." Oke, aku ikuti perintahnya..
   Saat berjalan mendekati rumah itu, aku melihat mobilku.. Padahal sebelumnya aku ingin memasukkannya ke kotak penyimpananku.. tapi tidak jadi..   Aku mulai was-was..
   Aku memasuki rumahnya dengan sedikit ragu, tapi ternyata aku langsung disambut.. oleh keluarga besarku..
   Loh? Aku masih menyimpan kagetku.. Aku bertemu ibuku..
   Loh? Kok ada ibuku disini?
   Aku langsung diinterogasi.. "Mbak Vin kok baru sampai sini? Lama ditungguin sama keluarga yang lain..,"  Aku hening.. lalu tertawa kecil, seakan tanpa dosa..
   Aku ditanya lagi, "kesini sama siapa?" Aku merasakan wajahku agak panas, "s.. sama temen..," aku mengalihkan pandanganku.., "mbok temenmu diajak masuk..," aku tertawa kecil.. sambil melirik jendela.. Aku mencari sosok Dia☆.. nihil.. Dia menghilang..
   Dan suasana seperti arisan keluarga besar...  Dimulai... hmm... lama... bosan..
   Aku meminta ijin ke belakang.. niatnya mau ke toilet, tapi aku melihat Dia☆ sedang berbincang dengan budheku.. mereka terlihat seperti sedang asyik berbicara diselingi tertawa ringan.. Waduh.. mereka membicarakan apa ya..
    Budheku sepertinya menyadari keberadaanku.. karena beliau langsung mengajakku bergabung untuk berbincang bersama.. Tiba-tiba..
                             ".... Jadi, kalian udah berapa bulan..?"
                                        DOORR...!!
            PERTANYAAN MACAM APA INI..!?
  Kulirik Dia☆ sekilas, ia hanya terlihat seperti tertawa dipaksakan.. Aku juga mengikuti tingkahnya..
              ahahaha...   sebenarnya apa yang kutertawakan..  -_-
   Aku tak ingat apa yang terjadi setelahnya.. Hanya saja tiba-tiba aku meminta ijin untuk pamit pulang duluan pada seluruh keluarga besarku, termasuk ibuku.. hmm.. Lepas sudah.. Lega rasanya..
   Aku kembali menaiki motornya.. Dia☆ mulai melajukan motornya ke suatu tempat yang tidak kukenal.. Aku tetap diam..
    Seperti sebuah perkampungan yang...  *maaf sebelumnya* penuh dengan orang autis ataupun orang yang kurang waras.. Aku mulai merasa takut.. Kurasakan bulu tengkukku meremang..
  Kami tiba di sebuah rumah yang cukup besar.. Dia ☆ tetap melajukan motornya memasuki bagian dalam rumah itu.. ada tangga.. dan Dia☆ menaiki tangga itu dengan motornya.. *Aneh ya? Namanya juga mimpi*
   Aku turun dari motornya.. Bingung.. Dia☆ pun tiba-tiba menghilang... Aku mulai takut.. Dan saat aku keluar dari sisi rumah aneh itu.. Aku tak tahu apa yang terjadi..
   Tiba-tiba aku ada di rumah keluarga besarku tadi.. Aku hening.. Aku bingung.. Kemudian aku bertemu budheku..,  "eh mbak vin, kamu udah lama kenal sama temenmu tadi?"  Anehnya aku langsung menjawab, "iya budhe, sekitar lima tahunan..."   Aku bingung sendiri..
        Lima tahun....!? Lama banget ya.. -_-"
     Tiba-tiba aku pamit.. Aku berjalan kaki menuju tempat tadi.. rumah aneh tadi.. Kuberanikan diri melewati orang-orang yang menatapku aneh.. bahkan ada satu yang melambai padaku.. Aku langsung mempercepat langkahku...
    Aku tiba di rumah aneh itu.. Dia☆ belum juga tampak batang hidungnya..
   Anehnya aku langsung memasuki pintu utama dari rumah itu dengan mengucap salam seperti aku sudah biasa datang kemari..
   Aku mengecek setiap ruangan sekilas.. kosong.. Lalu aku pergi ke dapur.. ada seorang ibu yang seumuran dengan ibuku... Aku menyapanya, "siang tante.."   beliau langsung menjawab, "siang.. eh, ternyata irvina toh..  Udah lama disini? Mau masakin 'dia☆' lagi ya?"
    Aku hening.. maksudnya apa?? Emangnya aku pernah masak disini?
     "Nggak tante, saya mau main aja~"
  Mulutku menjawab tanpa perintahku..
            JAWABAN MACAM APA INI..!?
  Aku langsung pamit keluar.. Aku melihat-lihat garasi.. sekedar melihat sih.. Kemudian aku bertemu seorang bapak-bapak paruh baya.. Beliau langsung menggenggam kedua bahuku..
   Aku sedikit tersentak kaget.., "oalaah.. ini toh yang namanya irvina.. cantik ya.. Udah kenalan sama kakaknya 'dia☆'...?"
                         Aku hening... 
     Apa maksudnya ini... Ini... Ini rumahnya...!?  Rumahnya Dia☆...!?
   Tiba-tiba Dia☆ muncul.. entah darimana.., "udahlah pak, irvinanya kaget tuh,"    aku hening...  aku masih memasang wajah kaget..
     Yang kuingat setelahnya, kami berbincang bersama... Entah membicarakan apa...
            Tiba-tiba aku terbangun...
   Aku penasaran... Apa kira-kira yang kami bicarakan.. Aku merasakan wajahku mamanas.. Apa jangan-jangan....    Aaaah, lupakan saja...
    Kira-kira Dia☆ ngerasain mimpi kayak gini juga nggak ya...  I wonder..

     Ini hanya sekedar mimpi.... Ataukah sebuah pertanda ya....